Showing posts with label PC. Show all posts
Showing posts with label PC. Show all posts

1/23/2014

What is Computed Radiography (CR) ??

Computed Radiography (CR) merupakan suatu sistem atau proses untuk mengubah sistem analog pada konvensional radiografi menjadi digital radiografi. Computer Radiografi (CR) mempunyai perlengkapan operasional yang terdiri dari :

a). Imaging Plate 

Imaging plate merupakan media pencatat sinar-X pada Computer Radiografi yang terbuat dari bahan photostimulable phosphor tinggi. Dengan menggunakan Imaging plate memungkinkan processor gambar untuk memodifikasi kontras. 

Imaging plate berada dalam kaset Imaging. Fungsi dari Imaging plate adalah sebagai penangkap gambar dari objek yang sudah di sinar (ekspose). Prosesnya adalah pada saat terjadinya penyinaran, Imaging plate akan menangkap energi dan disimpan oleh bahan phosphor yang akan dirubah menjadi Electronic Signal dengan laser scenner dalam image reader.

b). Image reader

Image reader berfungsi sebagai pembaca dan mengolah gambar yang diperoleh dari Image plate. Semakin besar kapasitas memorinya maka semakin cepat waktu yang diperlukan untuk proses pembacaan Image plate, dan mempunyai daya simpan yang besar. Waktu tercepat yang diperlukan untuk membaca imaging plate pada image reader yaitu selama 64 detik.

Selain tempat dalam proses pembacaan, Image reader mempunyai peranan yang sangat penting juga dalam proses pengolahan gambar, sistem transportasi Image plate serta penghapusan data yang ada di Image plate. Image reader sudah dilengkapi dengan monitor yang berfungsi untuk menampilkan gambar yang sudah di baca oleh Image reader disebut dengan image console.

Image console berfungsi sebagai media pengolahan data, berupa computer khusus untuk medical imaging dengan touch screen monitor. Image console dilengkapi oleh bebagai macam menu yang menunjang dalam proses editing dan pengolahan gambar sesuai dengan anatomi tubuh, seperti kondisi hasil gambaran organ tubuh, kondisi tulang dan kondisi soft tissue.

Terdapat menu yang sangat diperlukan dalam teknik radiofotografi yaitu kita bisa mempertinggi atau mengurangi densitas, ketajaman, kontras dan detail dari suatu gambaran radiografi yang diperoleh.

d). Image recorder

Image recorder mempunyai fungsi sebagai proses akhir dari suatu pemeriksaan yaitu media pencetakan hasil gambaran yang sudah diproses dari awal penangkapan sinar-X oleh image plate kemudian di baca oleh image reader dan diolah oleh image console terus dikirim ke image recorder untuk dilakukan proses output dapat berupa media compact disc sebagai media penyimpanan.atau dengan printer laser yang berupa laser imaging film.

e). Personal Computer (PC)

Komputer berasal dari bahasa latin yaitu computare yang berarti menghitung. Komputer adalah sistem elektronik yang dapat menerima input data, dapat mengolah data, dapat menerima informasi, menggunakan suatu prograng yang tersimpan didalam memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan dan bekerja secara otomatis dibawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi-instruksi program yang tersimpan di memori. (Yulikuspartono. 1997)

Pada zaman sekarang ini, komputer tidak lagi seperti barang mewah melainkan barang kebutuhan yang harus dimiliki. Banyak sekali yang dapat dilakukan dengan menggunakan komputer, dari mulai menghitung, membuat tulisan, sampai membuat film dan memanipulasi suatu gambar.

Instrumen-instrumen yang terdapat pada computed radiology (CR), sebagai berikut :
A. Kaset (Cassette)
B. Scaner / Reader
C. Consol

A. Kaset ( Film / Screen ) Analog
Phospor screen (IS) pada kaset analog berfungsi mengubah sinar-x menjadi sinar tampak (gadolinium oxysulfide atau lanthanum oxybromide). Kaset CR hanya berisi plate yang dilapisi phospor / storage phospor screens (barium fluorohalide), bentuknya seperti IS namun tanpa film sehingga dapat dipakai berulang-ulang

Cara Kerja Kaset CR :
1. Storage phospor screen di ekspose seperti biasa
2. Phospor menyerap radiasi pada derajat yang berbeda-beda tergantung pada area anatomikal nya
3. Phospor di isi oleh radiasi, besar nya isian tersebut tergantung kepada besarnya energi sinar-x yang diserap
4. isian ini bertahan dalam materi phospor sampai dihapus

Jenis-jenis kaset CR :
1. Kaset general purpose :
a. terdiri dari jenis rigid screen dan flexible screen
b. dipakai untuk radiografi konvensional
c. memori terpakai 9 - 15 MB / Image
d. terutama untuk aplikasi CHEST pada MCU masal, rata" foto thorax berkapasitas 10 MB / Image
e. Rigid Screen = tidak terjadi kontak mekanikal phospor, berusia pakai lebih lama dibanding dengan fleksibel screen, yang di transport oleh roller
f. memakai single atau double phospor layer
g. resolusi sekitar 70 - 115 micron
h. ukuran nya bervariasi : 15 x 30 cm , 18 x 24 cm, 24 x 30 cm, 35 x 35 cm, dan 35 x 43 cm

2. Kaset Panjang (Long Length / Full Spine)
a. dipakai untuk radiografi pada tulang panjang, dan tulang belakang
b. pada kasus chiropractic untuk melihat tulang, study scoliosis, dan koreksi operasi
c. ukuran yang biasa dipakai 35 x 84 cm (portable), 43 x 129 cm atau sambungan dari 4 kaset berukruan 35 x 43 cm (wallfixed)
d. memerlukan software khusus untuk menyatukan gambar



3. Kaset ber resolusi tinggi (HR/EHR)
a. bisa dipakai untuk mammografi yang memerlukan ketelitian tinggi
b. resolusi 43,5 - 5 mikron meter
c. Ukuran : 18 x 24 cm dan 24 x 30 cm
d. Kapasitas memori mencapai 30 MB / Image, sehingga waktu scanning lebih lama dari general purpose



B. Scanner - Scanning
adalah alat untuk membaca informasi sinar-x yang diterima oleh kaset CR / PSP secara analog dan merubah informasi tersebut menjadi data digital, sementara scanning merupakan proses nya, dan scanner adalah alatnya atau bisa juga disebut Digitizer.

cara kerja scanner :
a. kaset yang akan dibaca di tandai dengan barcode terlebih dahulu agar sesuai dengan pasien dan pemeriksaan
b. didalamnya terdapat reaktor laset (optical), dengan bantuan sinar laser untuk merangsang aktifasi phospor (stimulate) dan detektor (PMT) untuk menangkap emisi phospor sebagai informasi yang akan dioleh menjadi data
c. data tersebut diolah dan divisualisasikan dalam format digital
d. setelah selesai proses scan, informasi yang ada pada plate kemudian dihapus dengan memaparkan sinar intensitas tinggi supaya plate bisa dipergunakan kembali.
e. seluruh sistem itu digerakkan secara motorik / mekanik



Scanning dilakukan selama 20 ms per garis, sinyal yang diterma PMT masih berwujud analog lalu didigitalisasi oleh digitizer.





C. CONSOL

konsol pada CR adalah perangkat keras dan lunak sperti hal nya perangkat komputer di rumah atau yang biasa kita sebut sebagai Personal Computer (PC) yang terdiri dari :
a. Monitor
b. CPU
c. Cassette ID Scanner - barcode reader
d. DICOM store / server


pada perangkat lunaknya memiliki bermacam pilihan sesuai dengan kebutuhan CR seperti mammografi, longlength image, Enchancement, dsb. semakin lengkap fitur yang dimiliki CR, semakin mahal juga harga dari CR tersebut. sedangkan DICOM (Digital Imaging and Communication on Medicine) adalah sistem penyimpanan image dalam kapasitas medis yang memerlukan ketelitian sehingga kapasitasnya besar (MB/image)

Fungsi Konsol :
a. Memasukan data pasien
b. Menentukan alur kerja radiologi
c. Mengolah data dan image pasien sesuai dengan jenis pemeriksaannya
d. Melakukan quality control image sebelum didistribusikan
e. Melakukan pendistribusian image untuk mencetak image pada printer, kepentingan backup menggunakan CD/DVD, untuk share menggunakan jaringan RIS/HIS.





Prinsip kerja C.R

1. Imaging plate yang terletak di dalam kaset, dilakukan eksposi dengan menggunakan peralatan pembangkit sinar-x. Pada saat sinar-x menembus objek, akan terjadi attenuasi (perlemahan) akibat dari kerapatan objek karena berkas sinar-x yang melalui objek tersebut. Kemudian membentuk bayangan laten.

2. IP cassete kemudian dimasukkan kedalam image reader. Di dalam image reader, bayangan laten yang disimpan pada permukaan Photostimulable phosphor (PSP), dibaca dan dikeluarkan menggunakan cahaya infra merah untuk menstimulus phosphor yang disebut sebagai Photostimulable Luminisence (PSL), sehingga 
mengakibatkan energi yang tersimpan berubah menjadi cahaya tampak.
3. Cahaya yang dikeluarkan dari permukaan plate, akan ditangkap oleh sebuah pengumpul cahaya dan diteruskan ke tabung photomultiplier yang mengubah energi cahaya tersebut menjadi sinyal listrik analog.
4. Selanjutnya sinyal analog ini diubah menjadi sinyal digital oleh rangkaian analog to digital converter (ADC) dan diproses dalam komputer.
5. Setelah proses pembacaan selesai, data gambar pada imaging plate dapat dihapus dengan caraimaging plate dikenai cahaya yang kuat. Hal ini membuat imaging plate dapat dipergunakan kembali.
6. Setelah gambaran tampil dilayar monitor, gambaran tersebut dapat dilakukan rekontruksi atau dimanipulasi pada image console sehingga mendapatkan gambaran yang diinginkan.

Apabila gambaran sudah baik, maka terdapat dua pilihan, apakah gambaran akan dicetak dengan film atau disimpan didalam file khusus. Jika ingin dicetak, maka gambaran akan dicetak menggunakan lasser.

           ilmuradiologi.blogspot.com
           mastheo37.blogspot.com

1/14/2014

Sejarah Perkembangan Komputer


Sejarah perkembangan komputer dibagi dalam 5 generasi besar, yaitu:

1. Komputer Generasi Pertama

Perang Dunia II ternyata membawa pengaruh terhadap perkembangan komputer. Negara-negara yang terlibat perang mencoba mengembangkan komputer untuk meningkatkan potensi strategis yang dimiliki komputer. Akhirnya dana pengembangan komputer meningkat dan mengakibatkan percepatan kemajuan teknik komputer.


Pada 1941, seorang insinyur Jerman bernama Konrad Zuse merakit sebuah komputer Z3 untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali. Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann membuat konsep desain komputer yang dapat dipakai dalam teknik komputer sampai 40 tahun yang akan datang.

Karakteristik komputer yang diciptakannya yaitu unit pemrosesan sentral (CPU). CPU memungkinkan semua fungsi komputer dikoordinasikan hanya dengan satu sumber. Ciri dari komputer generasi pertama adalah instruksi operasi dibuat spesifik untuk suatu tugas tertentu. Komputer ini mempunyai program yang disebut “machine language”. Program ini membuat komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.


2. Komputer Generasi Kedua

Pada 1948, ada alat yang disebut transistor. Alat ini mempengaruhi perkembangan komputer. Pada awal 1960-an, muncullah komputer generasi kedua yang digunakan di bidang bisnis, universitas, dan pemerintahan. Penggunaan komputer di berbagai bidang ini sukses. Semua komputer di generasi ini menggunakan transistor.


3. Komputer Generasi Ketiga

Transistor ternyata menimbulkan panas yang sangat tinggi dan dapat merusak bagian-bagian internal komputer. Insinyur di Texas Instrument bernama Jack Kilby, mengembangkan IC (Integrated Circuit) pada 1958.

Hasilnya, para ilmuwan sukses memasukkan lebih banyak komponen ke dalam satu chip tunggal disebut semikonduktor. Hal ini membuat komputer menjadi makin kecil. Perkembangan lainnya di generasi ini yaitu penggunaan sitem operasi yang menjadikan mesin dapat menjalankan beberapa program berbeda secara serantak.


4. Komputer Generasi Keempat

Generasi ini mengembangkan komputer dengan mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Pada 1980-an, Very Large Scale Integration mampu menampung ribuan komponen dalam satu chip tunggal. Pada 1981, ada istilah Personal Computer (PC). Kemudian komputer mengembangkan lagi evolusinya, yaitu diciptakannya laptop.


5. Komputer Generasi Kelima

Menjelaskan komputer generasi kelima rasanya agak sulit. Komputer di generasi ini dirancang untuk bisa melakuakn percakapan dengan manusia. Hal ini msaih jauh dari kenyataan. Tapi, mungkin saja terwujud karena ada komputer yang dapat menerima perintah secara lisan dan dapat meniru nalar manusia.


Sejarah Perkembangan Komputer – Komputer Elektrik Pertama


Pada 1943, J. Presper Eckert dan John Mauchly dari Universitas Pennsylvania mulai mengkonstruksi ENIAC, komputer elektrik pertama. Sayangnya, proyek ini tidak selesai hingga 1946. ENIAC ukurannya sangat besar, kira-kira sebesar 72 meter persegi dengan berat 50 ton dan menggunakan 18000 tube vakum.


Setelah ENIAC, disusul dengan The TX-O (Transistorized Experimental Computer) atau komputer transistor pertama yang didemonstrasikan di MIT (Massachusetts Institute of Technology). Lalu, ditemukan EDSAC (yang merupakan komputer penyimpan program pertama), EDVAC, dan UNIVAC I.


Ciri khas komputer generasi pertama ini ukurannya sangat besar, sangat berat, menggunakan tenaga listrik hingga ribuan watt, dan menggunakan bahasa mesin sehingga hanya orang-orang terlatih yang mampu menggunakannya. Oleh sebab itu, komputer generasi ini tidak dikomersilkan. Hanya segelintir institusi yang menggunakannya.


Sejarah Perkembangan Komputer – Komputer Mini Pertama

Komputer ukuran mini pertama dirilis oleh Digital Equipment Corporationpada 1960 dan diberi nama PDP.


PC (Personal Computer) Pertama Diciptakan

Pada 1975, Ed Roberts menemukan Altair 8800, yaitu PC pertama yang menggunakan tombol tekan on-off dengan lampu serial untuk menyalakan CPU. Namun, PC ini tidak sepopuler The Micral yang dikomersilkan pertama kali pada 1973. PC ini menggunakan processor Intel 8800 dan dijual dengan harga $1,750.






Workstation Pertama


Komputer telah mengalami revolusi. Workstation yang muncul pertama kali bernama Xerox, tidak pernah dikomersilkan. Komputer ini dilengkapimouse dan sudah dapat beroperasi seperti layaknya komputer yang kita kenal saat ini, dengan berbagai aplikasi windows, menus, dan icon.




Laptop Pertama


Laptop pertama yang diciptakan adalah Osborne I. Ditemukan oleh Adam Osborne dengan berat 24 pon, layar 5 inci, memori 64 KB, dua floppy drives dan sebuah modem.

Kemudian, disusul dengan laptop IBM pada 1984 yang merupakan laptop pertama dengan berat 30 pon. IBM PCD yang telah mengalami modifikasi diperkenalkan pada 1986 merupakan satu-satunya laptop paling ringan dengan berat 12 pon dan bisa dikonversikan ke PC. Pada 1994, IBM memperkenalkan IBM ThinkPad 775CD, notebook pertama yang menggunakan CD-ROM.