Showing posts with label mri. Show all posts
Showing posts with label mri. Show all posts

1/22/2014

Radiasi. Masalah (?) dan Pencegahannya


Perkenalan manusia dengan gejala radioaktivitas dimulai ketika fisikawan prancis, Antonic Henry Becquerel pada tahun 1896 menemukan unsur Uranium(U) yang menunjukkan gejala aneh dan belum pernah diketahui sebelumnya. Gejala aneh yang merupakan gejala radioaktivitas itu di temukan tidak sengaja, pada saat beliau sedang mempelajari fosforesensi dan fluoresensi. Unsur-unsur Uranium mengalami gejala radiasi tertentu dengan daya tembus yang sama dengan daya tembus sinar X.

Hal yang penting dari hasil penelitian ini adalah bahwa radiasi tidak bergantung pada bentuk senyawa kimia Uranium. Gejala pemancaran radiasi secara spontan dari Uranium tersebut disebut gejala Radioaktivitas.

Pada tahun 1898, yaitu selang waktu dua tahun dari penemuan Uranium. Pasangan suami-istri ahli kimia kabangsaan perancis Marie Curie (1867-1936)dan Pierre Curie (1859-1905) berhasil menemukan gejala sama seperti unsur Uranium. Kedua unsur baru itu ia namai Polonium (Po) dan Radium (Ra). Dalam kurun waktu berikutnya, puluhan bahan lain yang menunjukkkan Radioaktivitas semacam itu berhasil ditemukan oleh Becquerel dan Curie yang merupakan unsur radioaktif alam. Unsur-unsur tersebut terbentuk bersamaan dengan proses terbentuknya alam ini.
Darimana Sumber radiasi di lingkungan, bahaya apa yang ditimbulkan oleh zat radioaktif ini, bagaimana memproteksi nya dan bagaimana melakukan pertolongan pertama terhadap kecelakaan zat Radioaktif ini, secara sederhana dapat dilihat sbb :

SUMBER-SUMBER RADIASI LINGKUNGAN
Ditinjau dari proses terbentuknya unsur-unsur Radiaktif atau sumber-sumber radiasi lainnya yang ada di lingkungan ini dapat di kelompokkan kedalam dua golongan besar, yaitu sumber radiasi alam dan sumber radiasi buatan. Dikatakan sumber radiasi alam karana sumber-sumber itu sudah ada semenjak alam ini lahir. Sumber-sumber radiasi buatan yaitu sumber radiasi yang proses terbentuknya melibatkan interverensi manusia, baik sumber radiasi tersebut sengaja dibuat untuk maksud –maksud tertentu atau merupakan hasil samping dari pemanfaatan tekhnolgi nuklir oleh umat manusia.


A. Radiasi Alam

Bahan-bahan Radiaktif alam dapat berperan sebagai sumber radiasi alam. Jadi radiasi pada prinsipnya sudah ada sejak alam ini terbentuk secara garis besar. Radiasi alam atau sering juga disebut sebagai radiasi latar 
dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
Radiasi ekstra teresterial (berasal dari angkasa luar)

Radiasi dari angkasa luar yang paling penting untuk diketahui adalah : Radiasi Kosmis. Radiasi dari angkasa luar ini terdiri dari dua macam, yaitu : radiasi kosmis primer dan radiasi kosmis skunder. Radiasi kosmis skunder selanjutnya dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu : Radiasi kosmis galaksi, radiasi yang terperangkap dalam medan magnet bumi dan radiasi kosmis dari matarahari.
Reaksi nuklir yang terjadi dapat menghasilkan sinar kosmis skunder yang terdiri atas meson, elektron, foton, 
neutron,proton dan lain-lain.
Radiasi teresterial (berasal dari permukaan bumi)

Sumber-sumber radiasi alam yang berada di permukaan bumi berasal dari bahan-bahan Radioaktif alam yang disebutRadionulkida Primodial. Bahan Radioaktif ini dapat ditemukan dalam lapisan tanah atau batuan, air, serta udara. Radiasi yang dipancarkan oleh radionuklida Primodial ini disebut Radiasi Terseterial. Radiasi ini berasal dari mineral-mineral yang adal dalam batu-batuan dan juga dalam tanah. Seringkali juga dinamakan Radiogeologi.


B. Radiasi Buatan

Selain unsur Radioaktif alam, kita juga mengenal adanya unsur-unsur Radioaktif buatan yang tersebar di lingkungan hidup. Unsur-unsur Radioaktif buatan dapat terbentuk melalui proses fisi, proses aktivasi maupun transmutasi inti lainnya. Radiasi buatan dapat pula berasal dari sumber-sumber lain sperti pesawat sinar – X dan akselerator.


BAHAYA AKIBAT ZAT RADIOAKTIF

Eksplosi bom yang berasal dari salah satu fission menghasilkan suatu material-material yang Radioaktif. Nuclus dari Uranium atau Plutonium kalau menangkap Neutron menjadi tidak stabil. Jika ledakan dari bom atom ini dekat pada bumi maka tanah juga terlempar sebagai debu ke atas. Juga karena adanya radiasi dari sinar Neutron yang kuat, maka debu ini sebagaian besar menjadi Radioaktif..


A. Bahaya Radiasi

Pada dasarnya bahaya yang ditimbulkan oleh tenaga atom disebabkan oleh karena ionisasi sel-sel, jaringan-jaringan badan oleh radiasi yang bertenaga. Dalam batas-batas tertentu kulit-kulit manusia tahan terhadap sinar dari luar. Bagian luar kulit selalu di ganti dengan jaringan-jaringan baru oleh lapisan hidup. Penyinaran yang pendek dan sangat kuat tetapi terus-menerus dan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan yang permanen.

Akibat radiasi terhadap manusia oleh Ellinge dibuat pernyataan sbb :
Menurut metode radiasi : Efek yang langsung disebut efek lokal, dan efek yang tidak langasung dinamakan efek sisitematik.
Menurut waktu dan efek : Efek dapat terjadi segera setelah perlakuan dan disebut efek segera. Namun, kerapkali beberapa waktu berlalau sebelum efek ini terlihat. Periode antara mulai penyinaran dan mulai kelihatan tanda-tanda gangguan dinamakanperiode laten. Akibat radiasi semacam ini dinamakan efek lambat.
Menurut kuantitas efek : Radiasi dapat membuat kerusakan atau perubahan dalam inti sel, sel-sel dan jaringan-jaringan.
Menurut kualitas efek : Radiasi menghasilkan efek yang reversibleatau irreversible. Efek reversible atau ierreversible ini tergantung pada besar-kecilnya dosis radiasi yang dipakai.


B. Bahaya Dilihat dari Sudut Sumber Radiasi

Bahaya radiasi bermacam-macam. Efek dapat berbeda-beda, apakah zat radioaktif masuk ke dalam tubuh ataukah hanya menyinari tubuh manusia dan luar saja. Dalam hal yang pertamapun masih ada tingkatan-tingkatan dalam besar-kecilnya bahaya.

Besar-kecilnya peracunan zat Radioaktif yang efektif tergantung pada faktor-faktor dibawah ini:

a. Sifat-sifat dari zat-zat Radioaktif sendiri
Panjang setengah umur zat-zat Radioaktif : Makin panjang setengah umur, makin berbahay zat Radioaktif tersebut.
Besarnya tenaga : Makin besar tenaganya, makin berbahaya zat Radioaktif
Sifat radiasi : Bahaya yang paling besar disebabkan oleh karena sinar tidak dapat dilihat oleh mata.

b. Reaksi badan atau jaringan tubuh terhadap zat Radioaktif

Absorbsi badan terhadap zat Radioaktif : Semakin mudah badan atau bagian badan mengabsorbsi zat Radioaktif, semakin berbahaya zat tersebut.
Derajat lokalisasi selektif dalam badan : Bila zat Radioaktif tertelan biasanya mengendap di tempat-tempat tertentu
Daya eliminasi terhadap zat Radioaktif
Daya Eliminasi yaitu : suatu daya upaya manusia untuk melepaskan zat Radioaktif dari badan manusia.

c. Metode eksperimen yang dipakai
Eksperimen yang labih berbahaya adalah memakai zat-zat Radioaktif di luar tabung-tabung penyimpanan (container) dan langsung berhubungan dengan manusia.


C. Bahaya Menggunakan Zat-zat Radioaktif

Bahaya-bahaya yang timbul akibat penggunaan zat Radioaktif dapat dibedakan sbb :
a. Pengendapan zat-zat Radioaktif ke dalam badan

Menelan zat Radioaktif

Menelan zat Radioaktif ini dapat dibedakan menjadi yanggawat (accute) dan kronis (Chronic). Dalam keadaan yang gawat, zat-zat Radioaktif tertelan dalam jumlah yang relatif besar dalam bentuk larutan atau makanan. Dalam keadaan kronis, Radio-isotop tertelan terus-menerus dalam jumlah yang sangat kecil tetapi tertimbun disuatu bagian badan.

Zat-zat Radioaktif terhisap masuk ke saluran pernapasan

Masuknya Radio-isotop kedalam paru-paru merupakan bahaya yang tiga kali lipat, karena paru-paru langsung mendapat penyinaran dan paru-paru langsung mengabsorpsi bahan aktif. Msuknya isotop-isotop kedalam saluran respirasi dimungkinkan dalam bentuk gas, uap, sparay dan debu.
Absorpsi zat-zat Radioaktif oleh permukaan badan yang sehat dan luka
Jika zat-zat Radioaktif dapat diabsorbsi badan melalui kulit yang sehat ataupun yang luka, dalam keadaan yang tidak menguntungkan merupakan penyimpanan aktivitas dalam kulit dan menghasilkan tumor.

b. Penyinaran zat-zat Radioaktif dari luar terhadap badan
Penyinaran seluruh tubuh dengan sinar-gamma
Penyinaran seluruh tubuh dengan sinar-betta
Peyinaran tangan atau sebagain dari tubuh oleh sinar-gamma atau sinar-betta

PROTEKSI TERHADAP BAHAYA RADIASI SINAR RADIOAKTIF
a. Penyesuaian laboratorium dan peralatan dengan tindakan-tindakan preventif
Ruang-ruang dan laboratorium yang dipakai dalam percobaan yang mempergunakan radio-isotop harus spesial dibuat untuk keperluan itu. Contoh yang dapat dikemukakan adalah sbb:

Lantai harus mempunyai permukaan yang halus artinya harus kontinu
Tonjolan genting diusahakan sekecil-kecilnya, untuk itu digunakan genting as phalt
Ventilasi didalam ruang kurang lebih mempunyai kecepatan linear aliran udara 100-150 kaki permenit.
Tembok atau dinding dibuat dari bahan-bahan yang tidak berpori dan mudah dicuci.
Laboratorium tidak boleh dipakai untuk ruang makan atau merokok.
Jika jumlah aktivitas lebih besar, maka dipakai alat yang dinamakan the shilded optical system.

b. Pemeriksaan laboratorium dan peralatan sebelum dipakai
Pemeriksaan ada tidaknya sinar bahaya di dalam ruang-ruang laboratorium

c. Proteksi terhadap personel yang bekerja
Pekerja menggunakan pakaian yang baik ialah pakaian yang menutupi seluruh tubuh rapat-rapat.


PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN RADIOAKTIF

Pertolongan pertama terhadap kecelakaan disebabkan oleh zat Radioaktif , sbb :a) Dengan alat pengukur P.I.C dan Film Badges diketahui bahwa personel atau pekerja dalam hari atau minggu itu mendapat sinar terlalu banyak. Pekerja tidak dapat bekerja sampai didapatkan dengan pasti bahwa kesehatannya tidak terganggu. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan urine, faeces dan darah. Bila ternyata ada gangguan yang dianggap serius, maka pasien harus dipisahkan dari pasien laindan pengawasan diserahkan kepada dokter.b) Apabila kulit terperciki oleh zat-zat Radiaoaktif, entah luka atau tidak, harus segera dicuci. Bila setelah dicuci, ternyata masih terdapat kontaminasi, berarti belum cukup bersih, maka pakailah zat-zat dekontaminasi yang cocok dengan zat Radioaktif tersebut.c) Perawatan yang dilakukan terhadap orang yang menelan zat larutan Radioaktif sama dengan perawatan yang dilakukan terhadap oarang yang terkena racun, pasien diusahakan agar muntah-muntah, sehingga zat-zat yang meracuni tersebut dapat keluar.d) Debu, spray atau uap, zat Radioaktif yang telah masuk dalam saluran pernapasan (paru-paru), harus dikeluarkan dari paru-paru dan pasien harus dirawat.

1/21/2014

Komputer Heart Radiologi


Dalam kehidupan kita sekarang ini peran computer sangatlah penting. Hampir dalam semua sisi kehidupan kita tidak terlepas dari computer. Dalam dunia pendidikan, kesehatan, keamanan, perdagangan dan bidang-bidang lainnya semuanya mengandalkan kemampuan computer. Dengan computer akan memperlancar pekerjaan-pekarjaan kita, memperpendek waktu pencapaian pekerjaan, akan muncul inovasi-inovasi baru, juga dengan bantuan computer akan menekan biaya produksi. Dalam dunia kesehatan disamping memperlancar pekerjaan, yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan keakurasian dalam menegakkan diagnose.

Radiologi sebagai salah satu elemen penegak diagnose, didalam menjalankan fungsinya tidak terlepas dari peran computer. Banyak peralatan radiologi dibuat dengan basic computer seperti Pesawat Rontgen dengan pengaturan parameter expose digital, USG, CT-Scan dan MRI. Dengan teknologi computer ini peralatan radiologi perkembang dengan cepat. Bahkan karena cepatnya perkembangan peralatan radiologi yang berbasic computer, kita yang ada di negeri ini sulit untuk mengikuti perkembangan itu, peralatan radiologi yang sampai ke kita dianggap oleh orang-orang barat sebagai teknologi yang sudah ketinggalan zaman.
Salah satu kelebihan computer di bidang radiologi adalah kemampuan mengolah gambar/citra digital. Sehingga gambar yang akan kita cetak dalam film bisa disesuaikan dengan keinginan kita tanpa adanya pengambilan gambar ulang. Dengan pengaturan pengaturan skala keabuan, kecerahan dan lain-lain. Gambar yang tadinya kurang informative menjadi informative untuk menegakkan diagnose. Gambar yang tadinya over expose atau under expose sehingga kurang informative bisa diolah menjadi gambar yang informative. Mengapa gambar/citra digital bisa kita ubah-ubah sesuai dengan keinginan kita. Untuk bisa memahami hal ini kita harus mengetahui dasar-dasar dari citra digital. Adapun dasar-dasar citra digital adalah:

A. Pengertian Citra
     Citra (image) adalah gambar pada bidang dwimatra (dua dimensi). Pada dasarnya citra yang dilihat terdiri atas berkas-berkas cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda disekitarnya, jadi secara alamiah fungsi intensitas cahaya merupakan fungsi sumber cahaya yang menerangi obyek, serta jumlah cahaya yang dipantulkan oleh obyek. Sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut. Pantulan cahaya iniditangkap oleh oleh alat-alat optik, misalnya mata pada manusia, kamera,pemindai (scanner), dan sebagainya, sehingga bayangan objek yang disebut citratersebut terekam.


Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat :
1. Optik berupa foto,
2. Analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televisi,
3. Digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita magnetic


Citra digital dapat didefinisikan sebagai fungsi dua variabel, f(x,y), dimana xdan y adalah koordinat spasial dan nilai f(x,y) adalah intensitas citra pada koordinat tersebut


Pixel







          Beberapa penulis menjelaskan piksel sebagai sel gambar . Contoh di atas menunjukkan sebuah gambar dengan porsi yang sangat diperbesar, di mana individu piksel diterjemahkan sebagai kotak kecil. pixel adalah unit terkecil dari gambar yang dapat dikendalikan. Setiap piksel memiliki alamat sendiri. Alamat dari sebuah pixel yang sesuai dengan koordinat. Pixel biasanya disusun dalam pola dua dimensi, dan sering direpresentasikan menggunakan titik atau kotak. Intensitas dari masing-masing pixel adalah variabel. Dalam sistem gambar berwarna, warna biasanya diwakili oleh tiga atau empat intensitas komponen seperti merah, hijau dan biru atau cyan, magenta, kuning dan hitam.



Dasar warna

         RGB adalah suatu model warna yang terdiri dari merah, hijau, dan biru, digabungkan dalam membentuk suatu susunan warna yang luas. Setiap warna dasar, misalnya merah, dapat diberi rentang-nilai. Untuk monitor komputer, nilai rentangnya paling kecil = 0 dan paling besar = 255. Pilihan skala 256 ini didasarkan pada cara mengungkap 8 digit bilangan biner yang digunakan oleh mesin komputer. Dengan cara ini, akan diperoleh warna campuran sebanyak 256 x 256 x 256 = 1677726 jenis warna. Sebuah jenis warna, dapat dibayangkan sebagai sebuah vektor di ruang 3 dimensi yang biasanya dipakai dalam matematika, koordinatnya dinyatakan dalam bentuk tiga bilangan, yaitu komponen-x, komponen-y dan komponen-z. Misalkan sebuah vektor dituliskan sebagai r = (x,y,z). Untuk warna, komponen-komponen tersebut digantikan oleh komponen R(ed), G(reen), B(lue). Jadi, sebuah jenis warna dapat dituliskan sebagai berikut: warna = RGB(30, 75, 255). Putih = RGB (255,255,255), sedangkan untuk hitam= RGB(0,0,0).



Citra Gray

Graysacale adalah warna-warna piksel yang berada dalam rentang gradasi warna hitam dan putih

1/18/2014

What Is Radiology??



Radiologi adalah cabang atau spesialisasi kedokteran yang berhubungan dengan studidan penerapan teknologi pencitraan seperti x-ray dan radiasi untuk mendiagnosa dan mengobati penyakit.
Ahli radiologi langsung sebuah array dari teknologi pencitraan (seperti USG, computed tomography (CT), kedokteran nuklir, tomografi emisi positron (PET) dan pencitraan resonansi magnetik (MRI)) untuk mendiagnosa atau mengobati penyakit. Radiologi intervensi adalah kinerja (biasanya minimal invasif) prosedur medis dengan bimbingan teknologi pencitraan. Akuisisi pencitraan medis biasanya dilakukan oleh ahli radiografi atau teknolog radiologis.
Modalitas pencitraan berikut digunakan dalam bidang radiologi diagnostik:




Proyeksi (polos) radiografi

Radiografi (atau Roentgenographs, dinamai penemu sinar-X, Wilhelm Conrad Röntgen) yang diproduksi oleh transmisi X-Rays melalui pasien ke perangkat menangkap kemudian diubah menjadi gambar untuk diagnosis. Pencitraan asli dan masih sering memproduksi film diresapi perak. Dalam Film - Layar radiografi tabung x-ray menghasilkan sinar x-ray yang bertujuan untuk pasien. X-sinar yang melewati pasien disaring untuk mengurangi tersebar dan kebisingan dan kemudian menyerang sebuah film yang belum dikembangkan, memegang erat-erat ke layar fosfor memancarkan cahaya dalam sebuah kaset cahaya-ketat. Film ini kemudian dikembangkan kimia dan gambar muncul di film. Sekarang menggantikan Film radiografi-Screen Digital Radiografi, DR, di mana x-ray mogok sepiring sensor yang kemudian mengubah sinyal yang dihasilkan menjadi informasi digital dan sebuah gambar pada layar komputer.
Radiografi polos adalah modalitas pencitraan hanya tersedia selama 50 tahun pertama radiologi. Hal ini masih studi pertama memerintahkan dalam evaluasi paru-paru, jantung dan tulang karena lebar kecepatan, ketersediaan dan biaya relatif rendah.





Fluoroskopi

Fluoroskopi dan angiografi adalah aplikasi khusus pencitraan X-ray, di mana layar fluorescent dan intensifier gambar tabung dihubungkan ke sistem televisi sirkuit tertutup. Hal ini memungkinkan real-time pencitraan struktur dalam gerakan atau ditambah dengan agen radiocontrast. Agen radiocontrast yang diberikan, sering ditelan atau disuntikkan ke tubuh pasien, untuk menggambarkan anatomi dan fungsi pembuluh darah, sistem Genitourinary atau saluran pencernaan. Dua radiocontrasts saat ini digunakan. Barium (sebagai Baso 4) dapat diberikan secara lisan atau dubur untuk evaluasi dari saluran GI. Yodium, dalam bentuk kepemilikan beberapa, dapat diberikan melalui oral, rektal, rute intraarterial atau intravena. Para agen radiocontrast kuat menyerap atau menyebarkan radiasi sinar-X, dan dalam hubungannya dengan pencitraan real-time memungkinkan demonstrasi proses dinamis, seperti peristaltik di saluran pencernaan atau aliran darah dalam arteri dan vena. Yodium kontras mungkin juga terkonsentrasi di daerah abnormal lebih atau kurang dari pada jaringan normal dan membuat kelainan (tumor, kista, radang) lebih mencolok. Selain itu, dalam keadaan tertentu udara dapat digunakan sebagai agen kontras untuk sistem pencernaan dan karbon dioksida dapat digunakan sebagai agen kontras dalam sistem vena, dalam kasus ini, agen kontras melemahkan radiasi sinar-X kurang dari jaringan sekitarnya .




CT scan

Pencitraan CT menggunakan X-ray dalam hubungannya dengan algoritma komputasi untuk citra tubuh. Dalam CT, sebuah tabung sinar-X menghasilkan berlawanan detektor sinar-X (atau detektor) dalam alat berbentuk cincin berputar di sekitar pasien menghasilkan sebuah komputer yang dihasilkan penampang gambar (tomogram). CT diperoleh pada bidang aksial, sedangkan gambar koronal dan sagital dapat diberikan oleh rekonstruksi komputer. Agen radiocontrast sering digunakan dengan CT untuk deliniasi ditingkatkan anatomi. Meskipun radiografi memberikan resolusi spasial lebih tinggi, CT dapat mendeteksi variasi lebih halus dalam redaman sinar-X. CT menghadapkan pasien untuk radiasi pengion lebih dari sebuah radiograf. Spiral Multi-detektor CT menggunakan detektor 8,16 atau 64 selama terus bergerak pasien melalui berkas radiasi untuk mendapatkan gambar yang lebih halus banyak detail dalam waktu yang lebih pendek ujian. Dengan administrasi yang cepat kontras IV selama CT scan gambar-gambar detail halus dapat direkonstruksi menjadi gambar 3D arteri karotis, otak dan koroner, CTA, CT angiografi. CT scan telah menjadi uji pilihan dalam mendiagnosis beberapa kondisi mendesak dan muncul seperti pendarahan otak, emboli paru (penyumbatan dalam arteri paru-paru), diseksi aorta (robeknya dinding aorta), radang usus buntu, divertikulitis, dan batu ginjal menghalangi . Melanjutkan perbaikan dalam teknologi CT termasuk kali pemindaian lebih cepat dan resolusi ditingkatkan telah secara dramatis meningkatkan keakuratan dan kegunaan CT scan dan akibatnya meningkatkan pemanfaatan dalam diagnosis medis.
Yang komersial pertama CT scanner ditemukan oleh Sir Godfrey Hounsfield di EMI Pusat Penelitian Labs, Inggris pada tahun 1972. EMI memiliki hak distribusi ke The Beatles musik dan itu keuntungan mereka yang mendanai penelitian. Sir Hounsfield dan Alan McLeod McCormick berbagi Penghargaan Nobel untuk Kedokteran pada tahun 1979 untuk penemuan CT scan. CT scanner yang pertama di Amerika Utara dipasang di Klinik Mayo di Rochester, MN pada tahun 1972.





USG

Medis ultrasonografi menggunakan USG (frekuensi tinggi gelombang suara) untuk memvisualisasikan struktur jaringan lunak dalam tubuh secara real time. Tidak ada radiasi pengion yang terlibat, tetapi kualitas gambar yang diperoleh dengan menggunakan USG sangat tergantung pada keterampilan orang (ultrasonographer) melakukan ujian. USG juga dibatasi oleh ketidakmampuan untuk foto melalui udara (paru-paru, usus loop) atau tulang. Penggunaan USG dalam pencitraan medis telah mengembangkan sebagian besar dalam 30 tahun terakhir. Gambar USG pertama statis dan dua dimensi (2D), tapi dengan zaman modern rekonstruksi 3D ultrasonografi dapat diamati secara real-time; efektif menjadi 4D.
Karena USG tidak menggunakan radiasi pengion, tidak seperti radiografi, CT scan, dan teknik kedokteran nuklir imaging, umumnya dianggap lebih aman. Untuk alasan ini, modalitas ini memainkan peran penting dalam pencitraan kandungan. Anatomi perkembangan janin dapat dievaluasi secara menyeluruh memungkinkan diagnosis dini banyak anomali janin. Pertumbuhan dapat dinilai dari waktu ke waktu, penting pada pasien dengan penyakit kronis atau kehamilan akibat penyakit, dan pada kehamilan multipel (kembar, kembar tiga dll). Warna-Flow Doppler USG mengukur keparahan penyakit pembuluh darah perifer dan digunakan oleh Kardiologi untuk evaluasi dinamis jantung, katup jantung dan pembuluh besar. Stenosis dari arteri karotid bisa pertanda infark otak (stroke). DVT pada kaki dapat ditemukan melalui USG sebelum terhalau dan perjalanan ke paru-paru (emboli paru), yang bisa berakibat fatal jika tidak diobati. USG berguna untuk gambar-dipandu intervensi seperti biopsi dan drainase seperti Thoracentesis). Kecil perangkat ultrasound portabel sekarang ganti peritoneal lavage di triage korban trauma dengan langsung menilai keberadaan perdarahan di peritoneum dan integritas jeroan utama termasuk limpa, hati dan ginjal. Hemoperitoneum ekstensif (perdarahan di dalam rongga tubuh) atau cedera pada organ utama mungkin memerlukan eksplorasi bedah muncul dan perbaikan.





MRI (Magnetic Resonance Imaging)

MRI menggunakan medan magnet yang kuat untuk menyelaraskan inti atom (biasanya proton hidrogen) di dalam jaringan tubuh, kemudian menggunakan sinyal radio untuk mengganggu sumbu rotasi inti ini dan mengamati sinyal frekuensi radio yang dihasilkan sebagai inti kembali ke negara awal mereka ditambah semua sekitarnya daerah. Sinyal radio yang dikumpulkan oleh antena kecil, yang disebut gulungan, ditempatkan di dekat daerah tertentu. Keuntungan dari MRI adalah kemampuannya untuk menghasilkan gambar di aksial, koronal, sagital pesawat miring dan beberapa dengan mudah sama. MRI scan memberikan kontras jaringan lunak terbaik dari semua modalitas pencitraan. Dengan kemajuan dalam pemindaian kecepatan dan resolusi spasial, dan perbaikan dalam algoritma 3D komputer dan perangkat keras, MRI telah menjadi alat dalam radiologi muskuloskeletal dan neuroradiology.
Salah satu kelemahan adalah bahwa pasien harus terus diam selama jangka waktu yang lama dalam ruang, bising sempit sedangkan imaging dilakukan. Claustrophobia cukup parah untuk mengakhiri ujian MRI dilaporkan dalam sampai 5% pasien. Perbaikan terbaru dalam desain magnet, termasuk bidang magnet yang lebih kuat (3 teslas), ujian kali memperpendek, lebih luas, membosankan magnet lebih pendek dan desain magnet lebih terbuka, telah membawa beberapa bantuan untuk pasien sesak napas. Namun, dalam kekuatan medan magnet yang sama sering ada trade-off antara kualitas gambar dan desain terbuka. MRI memiliki manfaat besar dalam pencitraan otak, tulang belakang, dan sistem muskuloskeletal. Modalitas saat ini kontraindikasi untuk pasien dengan alat pacu jantung, implan koklea, beberapa pompa obat berdiamnya, jenis tertentu dari klip aneurisma serebral, fragmen logam di mata dan beberapa perangkat keras metalik karena medan magnet kuat dan kuat sinyal radio berfluktuasi tubuh terkena . Wilayah kemajuan potensial termasuk pencitraan fungsional, MRI jantung, serta MR terapi gambar dipandu.





Kedokteran Nuklir

Pencitraan kedokteran nuklir melibatkan administrasi ke pasien radiofarmasi terdiri dari zat dengan afinitas untuk jaringan tubuh tertentu diberi label dengan perunut radioaktif. Para pelacak yang paling umum digunakan adalah Technetium-99m, Yodium-123, Iodine-131, Gallium-67 dan Thallium-201. Jantung, paru-paru, tiroid, hati, kandung empedu, dan tulang umumnya dievaluasi untuk kondisi tertentu menggunakan teknik ini. Sementara detail anatomi terbatas dalam studi ini, kedokteran nuklir ini berguna dalam menampilkan fungsi fisiologis. Fungsi ekskretoris pada ginjal, kemampuan berkonsentrasi yodium dari aliran, tiroid darah ke otot jantung, dll dapat diukur. Perangkat pencitraan utama adalah kamera gamma yang mendeteksi radiasi yang dipancarkan oleh pelacak dalam tubuh dan menampilkannya sebagai gambar. Dengan pemrosesan komputer, informasi yang dapat ditampilkan sebagai aksial, gambar koronal dan sagital (SPECT gambar, tunggal emisi photon computed tomography). Dalam perangkat yang paling modern Kedokteran Nuklir gambar dapat menyatu dengan CT scan diambil kuasi-secara bersamaan sehingga informasi fisiologis dapat dilakukan overlay atau co-terdaftar dengan struktur anatomis untuk meningkatkan akurasi diagnostik.
PET, (positron emission tomography), pemindaian juga berada di bawah "kedokteran nuklir." Dalam PET scan, zat biologis aktif radioaktif, paling sering Fluorin-18 fluorodeoxyglucose, disuntikkan ke pasien dan radiasi yang dipancarkan oleh pasien terdeteksi untuk menghasilkan multi-planar gambar tubuh. Jaringan lebih aktif metabolisme, seperti kanker, zat aktif berkonsentrasi lebih dari jaringan normal. PET gambar dapat dikombinasikan dengan gambar CT untuk meningkatkan akurasi diagnostik.
Aplikasi kedokteran nuklir dapat mencakup pemindaian tulang yang secara tradisional memiliki peran yang kuat dalam work-up/staging kanker. Pencitraan perfusi miokard adalah ujian penyaringan sensitif dan spesifik untuk iskemia miokard reversibel. Molekuler Imaging adalah perbatasan yang baru dan menarik dalam bidang ini.





credit: www.news-medical.net