Showing posts with label radiasi. Show all posts
Showing posts with label radiasi. Show all posts

1/22/2014

Wah! Sistem Safety dan Security Nuklir di Indonesia Jadi Percontohan


Bicara nuklir tentu saja tidak melulu tentang bahaya bom atom, kebocoran radiasi atau pemanfaatan teknologi bagi aspek kehidupan manusia di berbagai bidang. Satu hal mesti diketahui adalah masalah safety dan security di mana letak reaktor nuklir dan bahan nuklir itu berada.

Bagaimanapun, safety dan security untuk mencegah agar bahan nuklir tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Demikian pula dengan keberadaan fasilitas nuklir seperti reaktor nuklir harus dijaga keamanannya 24 jam dalam sehari. Tidak bisa dan tidak boleh diakses oleh orang-orang yang tidak berkepentingan apalagi dengan maksud yang tidak baik.

Safety di bidang nuklir sangat terkait hubungannya dengan security. Safety adalah salah satu komponen utama yang selalu yang ditekankan di dalam pelaksanaan permanfaatan teknologi nuklir. “Masalah safety dan security pada penggunaan teknologi nuklir, akhir-akhir ini menjadi perhatian dari masyarakat dunia yang mengelola dan bergerak memanfaatkan teknologi nuklir. Intinya safety dan security ini dimaksudkan bagaimana melindungi masyarakat dan lingkungan dari bahaya radiasi,”ungkap Kepala Pusat Kemitraan Teknologi Nuklir (PKTN) Ferly Hermana yang ditemui di kantornya di kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Lebih jauh dijelaskan Ferly, security adalah menjaga agar sumber radioaktif dan bahan nuklir tidak berpindah tangan ke orang yang tidak bertanggung jawab. Keterkaitan safety dan security, intinya bila security lemah otomatis akan berdampak pada safety-nya.

Masalah safety dan security itu sudah diatur dalam peraturan International Atomic Energy Agency (IAEA) yang mengikat bagi setiap anggotanya. Dan, Indonesia juga telah mengatur hal yang sama dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Perka BAPETEN) No.1 Tahun 2009 tentang Sistem Proteksi Fisik untuk Instalasi dan Bahan Nuklir. BAPETEN selaku badan pengawas yang intinya mengatur keamanan sumber radiasi dan keamanan fasilitas nuklir. ”Untuk fasilitas nuklir itu adanya di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Sedangkan bahan nuklir adanya di BATAN Pasar Jumat, Jakarta,”tutur Ferly yang baru saja pulang dari Malaysia. Di sana dia mempresentasikan tentang safety dan security fasilitas dan bahan nuklir.

Ferly juga memaparkan bahwa tugas dari PKTN mengkoordinasikan keamanan di kawasan nuklir Serpong bila ada kedaruratan nuklir. “Sistem keamanan dan keselamatan di kawasan ini termasuk yang terbaik di regional Asean dan akan menjadi percontohan di kawasan Asia Pasifik. Bahkan, para pengamat nuklir mengatakan bahwa infrastruktur di Kawasan Nuklir Serpong sudah menyelenggarakan sistem proteksi fisik yang baik sebagai pusat nuklir di Indonesia,”ungkap Ferly. Diibaratkan oleh para ahli nuklir dan pengamat nuklir, infrastruktur Kawasan Nuklir Serpong seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam skala yang kecil.

Sejauh ini di kawasan Puspiptek Serpong diterapkan physical protection atau proteksi fisik yang memiliki tiga fungsi yakni Detection, Delay, dan Response. Deteksi dengan menggunakan alat-alat deteksi diperuntukkan melihat ruangan berbagai kegiatan dan aktifitas baik indoor maupun outdoor. Dari sebuah ruangan yang berisi belasan monitor terpantau berbagai kegiatan disana.

Sedangkan Delay, pagar-pagar yang dibuat sesuai dengan aturan dan dibuat berlapis. Ketika memasuki Kawasan Nuklir Serpong, maka disebut zona atau limited area. Bila sudah memasuki kawasan BATAN disebut protected area. Protected area yang dibatasi pagar kuning hanya orang-orang yang berkepentingan saja yang bisa memasuki area itu dan dengan menggunakan kartu khusus yang tidak dimiliki semua orang. Area lebih ke dalam lagi yaitu area yang lebih dekat ke pusat bahan nuklir, yang disebut inner area. Untuk bisa masuk ke area ini pengawasan keamanan lebih ketat lagi.”Jadi, pengamanan berlapis-lapis, kelihatannya kaku dan keras, tapi lebih baik kami mencegah dari pada menanggulangi jika sudah ada kejadian,”ungkap Ferly.

Fungsi physical protection yang ketiga adalah Respon yang diselenggarakan oleh Unit Pengamanan Nuklir (UPN). “Kita punya tim-tim UPN tim rescue, tim pemadam kebakaran, tim medis, tim lingkungan, tim keteknikan,”jelas Ferly. Ferly juga menjelaskan ketika memasuki area Puspiptek, siapa saja yang akan memasuki kawasan yang dikelolanya akan ditanyakan keperluan dan mau bertemu dengan siapa.”Nah ketika mobil berhenti, sebelum masuk ke dalam, diperhentian mobil atau kendaraan motor itu sudah ada kamera pemantau hingga ke bagian bawah kendaraan. Jadi, di bawah mobil itu tersedia kamera,”paparnya. Jalur jalan pun tidak dibuat lurus tapi berbelok-belok agar tidak langsung, dan menghambat ke tempat tujuan, agar apabila ada yang bermaksud tidak baik bisa dicegah terlebih dahulu.

Prosedur keamanan, setiap kendaraan baik mobil maupun motor yang masuk diperiksa dan harus mempunyai pass ranmor nama pemilik kendaraan dan nomor plat kendaraan. Demikian juga setiap pegawai harus menggunakan badge selama di dalam kawasan.

Untuk yang masuk lokasi pagar kuning ada alat magnetic card reader yang dapat memonitor keluar masuk karyawan, masuknya kapan dan jam berapa? Jadi bila ada kejadian, bisa didetek siapakah pegawai tersebut masih ada di dalam pagar kuning atau sudah ada di luar. Dan, tidak semua yang bisa masuk pagar kuning kemudian bisa masuk reaktor nulklir. Ada pagar dan lapisan lagi yang harus dilewati dengan ketentuan yang makin ketat. Kondisi yang agak ribet itu disadari oleh Ferly sebagai penanggung jawab. Namun, demi safety dan security tadi harus ditegakkan.”Semua itu kami lakukan demi keamanan dan keselamatan kita semua, termasuk kami yang menjadi pengelola di kawasan sini maupun masyarakat di luar sana,”tutur Ferly lagi.

Untuk tetap waspada dengan keamanan dan keselamatan setiap tahunnya Tim Respon melakukan latihan dengan rutin dan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan."Alhamdulillah sejak reaktor riset ini berdiri hingga dua puluh enam tahun kemudian, kita tetap aman dan selamat. Bahkan mendapat pujian dari berbagai negara untuk masalah safety dan security” Ferly mengungkapkan.

Radiasi. Masalah (?) dan Pencegahannya


Perkenalan manusia dengan gejala radioaktivitas dimulai ketika fisikawan prancis, Antonic Henry Becquerel pada tahun 1896 menemukan unsur Uranium(U) yang menunjukkan gejala aneh dan belum pernah diketahui sebelumnya. Gejala aneh yang merupakan gejala radioaktivitas itu di temukan tidak sengaja, pada saat beliau sedang mempelajari fosforesensi dan fluoresensi. Unsur-unsur Uranium mengalami gejala radiasi tertentu dengan daya tembus yang sama dengan daya tembus sinar X.

Hal yang penting dari hasil penelitian ini adalah bahwa radiasi tidak bergantung pada bentuk senyawa kimia Uranium. Gejala pemancaran radiasi secara spontan dari Uranium tersebut disebut gejala Radioaktivitas.

Pada tahun 1898, yaitu selang waktu dua tahun dari penemuan Uranium. Pasangan suami-istri ahli kimia kabangsaan perancis Marie Curie (1867-1936)dan Pierre Curie (1859-1905) berhasil menemukan gejala sama seperti unsur Uranium. Kedua unsur baru itu ia namai Polonium (Po) dan Radium (Ra). Dalam kurun waktu berikutnya, puluhan bahan lain yang menunjukkkan Radioaktivitas semacam itu berhasil ditemukan oleh Becquerel dan Curie yang merupakan unsur radioaktif alam. Unsur-unsur tersebut terbentuk bersamaan dengan proses terbentuknya alam ini.
Darimana Sumber radiasi di lingkungan, bahaya apa yang ditimbulkan oleh zat radioaktif ini, bagaimana memproteksi nya dan bagaimana melakukan pertolongan pertama terhadap kecelakaan zat Radioaktif ini, secara sederhana dapat dilihat sbb :

SUMBER-SUMBER RADIASI LINGKUNGAN
Ditinjau dari proses terbentuknya unsur-unsur Radiaktif atau sumber-sumber radiasi lainnya yang ada di lingkungan ini dapat di kelompokkan kedalam dua golongan besar, yaitu sumber radiasi alam dan sumber radiasi buatan. Dikatakan sumber radiasi alam karana sumber-sumber itu sudah ada semenjak alam ini lahir. Sumber-sumber radiasi buatan yaitu sumber radiasi yang proses terbentuknya melibatkan interverensi manusia, baik sumber radiasi tersebut sengaja dibuat untuk maksud –maksud tertentu atau merupakan hasil samping dari pemanfaatan tekhnolgi nuklir oleh umat manusia.


A. Radiasi Alam

Bahan-bahan Radiaktif alam dapat berperan sebagai sumber radiasi alam. Jadi radiasi pada prinsipnya sudah ada sejak alam ini terbentuk secara garis besar. Radiasi alam atau sering juga disebut sebagai radiasi latar 
dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
Radiasi ekstra teresterial (berasal dari angkasa luar)

Radiasi dari angkasa luar yang paling penting untuk diketahui adalah : Radiasi Kosmis. Radiasi dari angkasa luar ini terdiri dari dua macam, yaitu : radiasi kosmis primer dan radiasi kosmis skunder. Radiasi kosmis skunder selanjutnya dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu : Radiasi kosmis galaksi, radiasi yang terperangkap dalam medan magnet bumi dan radiasi kosmis dari matarahari.
Reaksi nuklir yang terjadi dapat menghasilkan sinar kosmis skunder yang terdiri atas meson, elektron, foton, 
neutron,proton dan lain-lain.
Radiasi teresterial (berasal dari permukaan bumi)

Sumber-sumber radiasi alam yang berada di permukaan bumi berasal dari bahan-bahan Radioaktif alam yang disebutRadionulkida Primodial. Bahan Radioaktif ini dapat ditemukan dalam lapisan tanah atau batuan, air, serta udara. Radiasi yang dipancarkan oleh radionuklida Primodial ini disebut Radiasi Terseterial. Radiasi ini berasal dari mineral-mineral yang adal dalam batu-batuan dan juga dalam tanah. Seringkali juga dinamakan Radiogeologi.


B. Radiasi Buatan

Selain unsur Radioaktif alam, kita juga mengenal adanya unsur-unsur Radioaktif buatan yang tersebar di lingkungan hidup. Unsur-unsur Radioaktif buatan dapat terbentuk melalui proses fisi, proses aktivasi maupun transmutasi inti lainnya. Radiasi buatan dapat pula berasal dari sumber-sumber lain sperti pesawat sinar – X dan akselerator.


BAHAYA AKIBAT ZAT RADIOAKTIF

Eksplosi bom yang berasal dari salah satu fission menghasilkan suatu material-material yang Radioaktif. Nuclus dari Uranium atau Plutonium kalau menangkap Neutron menjadi tidak stabil. Jika ledakan dari bom atom ini dekat pada bumi maka tanah juga terlempar sebagai debu ke atas. Juga karena adanya radiasi dari sinar Neutron yang kuat, maka debu ini sebagaian besar menjadi Radioaktif..


A. Bahaya Radiasi

Pada dasarnya bahaya yang ditimbulkan oleh tenaga atom disebabkan oleh karena ionisasi sel-sel, jaringan-jaringan badan oleh radiasi yang bertenaga. Dalam batas-batas tertentu kulit-kulit manusia tahan terhadap sinar dari luar. Bagian luar kulit selalu di ganti dengan jaringan-jaringan baru oleh lapisan hidup. Penyinaran yang pendek dan sangat kuat tetapi terus-menerus dan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan yang permanen.

Akibat radiasi terhadap manusia oleh Ellinge dibuat pernyataan sbb :
Menurut metode radiasi : Efek yang langsung disebut efek lokal, dan efek yang tidak langasung dinamakan efek sisitematik.
Menurut waktu dan efek : Efek dapat terjadi segera setelah perlakuan dan disebut efek segera. Namun, kerapkali beberapa waktu berlalau sebelum efek ini terlihat. Periode antara mulai penyinaran dan mulai kelihatan tanda-tanda gangguan dinamakanperiode laten. Akibat radiasi semacam ini dinamakan efek lambat.
Menurut kuantitas efek : Radiasi dapat membuat kerusakan atau perubahan dalam inti sel, sel-sel dan jaringan-jaringan.
Menurut kualitas efek : Radiasi menghasilkan efek yang reversibleatau irreversible. Efek reversible atau ierreversible ini tergantung pada besar-kecilnya dosis radiasi yang dipakai.


B. Bahaya Dilihat dari Sudut Sumber Radiasi

Bahaya radiasi bermacam-macam. Efek dapat berbeda-beda, apakah zat radioaktif masuk ke dalam tubuh ataukah hanya menyinari tubuh manusia dan luar saja. Dalam hal yang pertamapun masih ada tingkatan-tingkatan dalam besar-kecilnya bahaya.

Besar-kecilnya peracunan zat Radioaktif yang efektif tergantung pada faktor-faktor dibawah ini:

a. Sifat-sifat dari zat-zat Radioaktif sendiri
Panjang setengah umur zat-zat Radioaktif : Makin panjang setengah umur, makin berbahay zat Radioaktif tersebut.
Besarnya tenaga : Makin besar tenaganya, makin berbahaya zat Radioaktif
Sifat radiasi : Bahaya yang paling besar disebabkan oleh karena sinar tidak dapat dilihat oleh mata.

b. Reaksi badan atau jaringan tubuh terhadap zat Radioaktif

Absorbsi badan terhadap zat Radioaktif : Semakin mudah badan atau bagian badan mengabsorbsi zat Radioaktif, semakin berbahaya zat tersebut.
Derajat lokalisasi selektif dalam badan : Bila zat Radioaktif tertelan biasanya mengendap di tempat-tempat tertentu
Daya eliminasi terhadap zat Radioaktif
Daya Eliminasi yaitu : suatu daya upaya manusia untuk melepaskan zat Radioaktif dari badan manusia.

c. Metode eksperimen yang dipakai
Eksperimen yang labih berbahaya adalah memakai zat-zat Radioaktif di luar tabung-tabung penyimpanan (container) dan langsung berhubungan dengan manusia.


C. Bahaya Menggunakan Zat-zat Radioaktif

Bahaya-bahaya yang timbul akibat penggunaan zat Radioaktif dapat dibedakan sbb :
a. Pengendapan zat-zat Radioaktif ke dalam badan

Menelan zat Radioaktif

Menelan zat Radioaktif ini dapat dibedakan menjadi yanggawat (accute) dan kronis (Chronic). Dalam keadaan yang gawat, zat-zat Radioaktif tertelan dalam jumlah yang relatif besar dalam bentuk larutan atau makanan. Dalam keadaan kronis, Radio-isotop tertelan terus-menerus dalam jumlah yang sangat kecil tetapi tertimbun disuatu bagian badan.

Zat-zat Radioaktif terhisap masuk ke saluran pernapasan

Masuknya Radio-isotop kedalam paru-paru merupakan bahaya yang tiga kali lipat, karena paru-paru langsung mendapat penyinaran dan paru-paru langsung mengabsorpsi bahan aktif. Msuknya isotop-isotop kedalam saluran respirasi dimungkinkan dalam bentuk gas, uap, sparay dan debu.
Absorpsi zat-zat Radioaktif oleh permukaan badan yang sehat dan luka
Jika zat-zat Radioaktif dapat diabsorbsi badan melalui kulit yang sehat ataupun yang luka, dalam keadaan yang tidak menguntungkan merupakan penyimpanan aktivitas dalam kulit dan menghasilkan tumor.

b. Penyinaran zat-zat Radioaktif dari luar terhadap badan
Penyinaran seluruh tubuh dengan sinar-gamma
Penyinaran seluruh tubuh dengan sinar-betta
Peyinaran tangan atau sebagain dari tubuh oleh sinar-gamma atau sinar-betta

PROTEKSI TERHADAP BAHAYA RADIASI SINAR RADIOAKTIF
a. Penyesuaian laboratorium dan peralatan dengan tindakan-tindakan preventif
Ruang-ruang dan laboratorium yang dipakai dalam percobaan yang mempergunakan radio-isotop harus spesial dibuat untuk keperluan itu. Contoh yang dapat dikemukakan adalah sbb:

Lantai harus mempunyai permukaan yang halus artinya harus kontinu
Tonjolan genting diusahakan sekecil-kecilnya, untuk itu digunakan genting as phalt
Ventilasi didalam ruang kurang lebih mempunyai kecepatan linear aliran udara 100-150 kaki permenit.
Tembok atau dinding dibuat dari bahan-bahan yang tidak berpori dan mudah dicuci.
Laboratorium tidak boleh dipakai untuk ruang makan atau merokok.
Jika jumlah aktivitas lebih besar, maka dipakai alat yang dinamakan the shilded optical system.

b. Pemeriksaan laboratorium dan peralatan sebelum dipakai
Pemeriksaan ada tidaknya sinar bahaya di dalam ruang-ruang laboratorium

c. Proteksi terhadap personel yang bekerja
Pekerja menggunakan pakaian yang baik ialah pakaian yang menutupi seluruh tubuh rapat-rapat.


PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN RADIOAKTIF

Pertolongan pertama terhadap kecelakaan disebabkan oleh zat Radioaktif , sbb :a) Dengan alat pengukur P.I.C dan Film Badges diketahui bahwa personel atau pekerja dalam hari atau minggu itu mendapat sinar terlalu banyak. Pekerja tidak dapat bekerja sampai didapatkan dengan pasti bahwa kesehatannya tidak terganggu. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan urine, faeces dan darah. Bila ternyata ada gangguan yang dianggap serius, maka pasien harus dipisahkan dari pasien laindan pengawasan diserahkan kepada dokter.b) Apabila kulit terperciki oleh zat-zat Radiaoaktif, entah luka atau tidak, harus segera dicuci. Bila setelah dicuci, ternyata masih terdapat kontaminasi, berarti belum cukup bersih, maka pakailah zat-zat dekontaminasi yang cocok dengan zat Radioaktif tersebut.c) Perawatan yang dilakukan terhadap orang yang menelan zat larutan Radioaktif sama dengan perawatan yang dilakukan terhadap oarang yang terkena racun, pasien diusahakan agar muntah-muntah, sehingga zat-zat yang meracuni tersebut dapat keluar.d) Debu, spray atau uap, zat Radioaktif yang telah masuk dalam saluran pernapasan (paru-paru), harus dikeluarkan dari paru-paru dan pasien harus dirawat.

Pencegahan Bahaya Radiasi dengan Pil Yodium?!

Bocornya radiasi nuklir di Jepang membuat warga dari negara tetangga seperti Korea dan AS (Hawaii) memborong pil yodium yang dipercaya bisa mencegah paparan radiasi. Benarkah ?



Pil yodium biasanya mengandung kalium iodida (biasa disebut KI) yang merupakan garam yodium stabil (non-radioaktif). Bentuk garam yodium yang stabil ini dibutuhkan oleh tubuh untuk membuat hormon tiroid.

Jika ada radiasi nuklir yang bocor maka yodium radioaktif akan dilepaskan ke udara dan masuk ke paru-paru atau mengkontaminasi pasokan pangan lokal. Ketika bahan ini masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, makanan atau minuman, maka kondisi ini disebut dengan kontaminasi internal.

Saat terjadi kontaminasi internal, kelenjar tiroid dengan cepat akan menyerap zat kimia ini. Tapi jika seseorang mengonsumsi KI yang bersifat non-radioaktif, maka KI akan bertindak menghambat penyerapan yodium radioaktif dan melindungi kelenjar tiroid dari kerusakan.

Umumnya kelenjar tiroid tidak bisa membedakan antara yodium stabil dan yang radioaktif. Ketika seseorang mengonsumsi KI, maka yodium stabil akan diserap oleh kelenjar tiroid.

Karena kelenjar ini sudah mengandung yodium stabil yang begitu banyak maka akan membuat kelenjar tiroid ‘penuh’ sehingga tidak bisa lagi menyerap yodium radioaktif untuk 24 jam ke depan.

Meski begitu KI ini hanya dapat melindungi kelenjar tiroid dari yodium radioaktif dan tidak bisa melindungi bagian tubuh lain, serta tidak bisa mengembalikan kondisi kelenjar tiorid yang sudah mengalami kerusakan.

Selain itu KI ini juga tidak bisa melindungi tubuh dari unsur-unsur radioaktif lain. Jadi jika yodium radioaktif tidak ada, maka KI menjadi tidak efektif untuk melindungi.

Sangat penting untuk diketahui bahwa KI tidak bisa memberikan perlindungan 100 persen terhadap yodium radioaktif.

Seberapa baik KI melindungi kelenjar tiroid dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
Berapa banyak rentang waktu antara kontaminasi yodium radioaktif dengan mengonsumsi KI (semakin cepat seseorang mengonsumsi KI maka semakin baik).
Seberapa cepat KI diserap masuk ke dalam darah
Berapa jumlah yodium radioaktif yang terpapar

Umumnya kelenjar tiroid janin dan bayi yang paling berisiko mengalami cedera akibat yodium radioaktif. Sedangkan anak-anak dan orang yang memiliki cadangan yodium rendah di tubuhnya juga berisiko mengalami cedera tiroid.

1/21/2014

Summary Kebocoran Nuklir Fukushima


A. Kapan dan bagaimana

Sejak mengalami kecelakaan akibat gempa dan tsunami pada Maret 2011, untuk pendinginan teras reaktor Fukushima Daichii masih diperlukan aliran air yang konstan, yang bersirkulasi melalui ruang bawah tanah pembangkit. Air menjadi bersifat radioaktif setelah kontak dengan teras dan dipompa ke tangki penyimpanan dan dilakukan treatment sebelum disirkulasikan kembali untuk pendinginan.


Pada Kamis 19 Agustus 2013, sekitar pukul 09:50 pagi, seorang pekerja di bagian inspeksi rutin menemukan bahwa air radioaktif yang diberikan treatment telah bocor dari tangki penyimpanan dan mengalir menuju bendungan sekitarnya melalui katup pembuangan. Hal ini menyebabkan terbentuknya dua genangan air di luar bendungan. Penyelidikan menunjukkan bahwa tinggi air di dalam tangki itu sekitar 3 meter lebih rendah dari yang seharusnya, menunjukkan bahwa sekitar 300 meter kubik air telah hilang.

Tepco melaporkan ke WNN bahwa air bocor telah melampaui level pertama dekontaminasi SARRY yang mana telah membuang sebagian besar Cesium radioaktif. Namun hal itu belum melampaui treatment ALPS yang membuang Strontium dan radionuklida pelepas Beta lainnya.

Pengambilan sampel pada tanggal 26 Agustus menginformasikan bahwa radioaktivitas Beta dalam tangki air sebesar 200.000 Bq/L, sedangkan radioaktivitas Beta dari air yang terakumulasi dalam bendungan adalah sebesar 80 juta Bq / L, yang telah terkonsentrasi melalui penguapan dalam cuaca panas . Laju dosis di dekat air yang bocor dalam bendungan terukur cukup tinggi untuk radiasi Gamma dan Beta yaitu lebih dari 100 MilliSieverts per jam, sedangkan laju dosis Gamma hanya sekitar 1,5 millisieverts per jam lebih rendah.

B. Apa yang telah dilakukan

Setelah kejadian ini, Tokyo Electric Power Company ( Tepco ) telah berhasil menutup katup pembuangan pada tangki tersebut dan memompa sisa air dari tangki yang bocor dipindahkan ke tangki lainnya. Sementara tangki yang bocor akan dikeringkan. Tepco juga telah membersihkan tanah di daerah tersebut hingga kedalaman 50 cm.

Tepco telah mulai membuang tanah yang terkena dampak dari area tersebut ke tempat penyimpanan, dengan menempatkan karung pasir besar di area tersebut. Ilmuwan Tepco sedang menyelidiki seberapa jauh kemungkinan air telah menyebar dan memeriksa daerah tersebut setiap tiga jam sekali.

Tepco juga telah meningkatkan pemantauannya terhadap kanal drainase yang mengalirkan air ke laut. Diketahui bahwa setelah mencapai laut , radiasi Cesium - 134 dan Beta berada di bawah ambang batas, sementara Cesium - 137 ditemukan dalam jumlah sekitar 18 becquerels per liter ( Bq/L ). Angka radioaktivitas per liter ini kurang dari radioaktivitas yang secara alami ada di dalam satu buah pisang. Lebih jauh ke dalam (lebih dekat dengan tangki yang rusak tersebut) tidak terdeteksi adanya Cesium, sementara radiasi Beta berada pada angka 93 Bq/L. Hal ini dapat dibandingkan dengan sekitar 200.000 Bq/L yang terukur dari sampel air pada tangki yang rusak, menunjukkan bahwa radioaktif ini tidak mencapai laut dalam jumlah yang signifikan , bahkan tidak ada sama sekali .

Sebuah teori kegagalan tangki berkaitan dengan fakta bahwa satu dari tiga tangki yang telah dibongkar , dipindahkan dan dipasang kembali setelah posisi asli mereka akan mengalami penurunan. Dapat dipikirkan bahwa hal ini mungkin telah melemahkan segel gerigi, meskipun pengujian yang hati-hati pada saat reassembly telah dilakukan. Semua gerigi tangki akan diadakan pemeriksaan yang lebih teratur di masa mendatang, dengan patroli yang melibatkan sekitar 50 staf – dengan semua membawa dosimeter. Kamera termal akan dipasang pada tangki, dimana kamera ini akan memberikan indikasi tingkat air akibat pengaruh temperatur air pada permukaan tangki. Akan ada staf yang ditugaskan untuk mendokumentasikan secara cepat setiap genangan air yang <b>mencurigakan</b> secara rutin. Katup air juga akan di-set tetap tertutup secara default, kecuali jika memang sedang dibuka.

C. Status terakhir seperti apa?

Tepco telah melaporkan bahwa pihaknya telah membersihkan tanah di daerah yang terkena sampai kedalaman 50 cm dan melaporkan bahwa tidak ada tanda-tanda kontaminasi pada kedalaman tersebut.

Selain itu hasil penyelidikan terhadap seberapa jauh kemungkinan air telah menyebar diperoleh hasil bahwa Tidak ada bukti bahwa air memasuki selokan yang berarti bahwa tidak mungkin radioaktif tersebut meninggalkan daerah tersebut ataupun mencapai laut .

D. Klasifikasi INES

Japan Nuclear Authority ( NRA ) telah menetapkan klasifikasi awal untuk insiden tersebut pada level 1 menurut skala pemeringkatan INES – yaitu sebuah anomali . Namun , berdasarkan laporan awal yang disampaikan oleh Tepco , badan regulator tersebut sedang mempertimbangkan untuk menaikkan ke Level 3 – yaitu insiden serius. NRA mengatakan bahwa pihaknya akan berkonsultasi dengan IAEA tentang reklasifikasi ini .

Namun di sisi lain, Regulator Jepang tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya tidak yakin apakah kebocoran harus diberikan skala pemeringkatan INES tersendiri ataukah diperlakukan sebagai bagian dari kecelakaan Fukushima secara keseluruhan, yang mana telah dinilai pada Level 7 – yaitu kecelakaan besar .





Credit: www.ans.org

Nuklir Pasca Fukushima


Kecelakaan nuklir di manapun selalu memperburuk kepercayaan publik terhadap teknologi PLTN. Di Indonesia tingkat penerimaan terhadap nuklir sempat mencapai 59,7% sebelum perisitiwa Fukushima. Angka itu lalu jatuh ke angka 49,5% pasca kecelakaan Fukushima tahun 2011. Namun perlahan angka itu naik menjadi 52,9% menjelang akhir 2012. Bagaimana nasib nuklir sebagai alternatif pembangkit listrik di masa depan?

Di Jepang, dari 52 unit PLTN yang ada hanya dua yang beroperasi. Selebihnya ditempatkan pada posisiidle, menunggu keputusan boleh-tidaknya dioperasikan lagi. Dampak sosial dihentikannya mayoritas PLTN di Jepang sudah dirasakan masyarakatnya, seperti naiknya biaya energi dan terhambatnya ekonomi di negeri yang 30% energinya bergantung kepada nuklir. PM Shinzo Abe yang sekarang memerintah terkesan sangat hati-hati mengenai kelanjutan PLTN tersebut, walaupun mayoritas walikota di daerah dalam radius 30 km setuju PLTN beroperasi lagi. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji-ulang keinginan PM sebelumnya untuk menutup semua PLTN Jepang. Abe bahkan mengatakan dalam wawancara TV pertamanya setelah terpilih bahwa ia akan membangun PLTN desain baru yang jauh lebih aman untuk membangun perekonomian Jepang.

Namun begitu, bicara tentang PLTN merupakan hal yang sangat sensitif di Jepang. Tampaknya, keputusan untuk me-restart 50 PLTN yang sedang menganggur itu akan sulit dilakukan sebelum bulan Juli 2013, saat mana Majelis Tinggi Jepang yang baru akan terbentuk dan bersidang. Bulan Juli itu juga merupakan tenggat waktu bagi Badan Pengawas Nuklir Jepang, yang merupakan badan baru dan independen, menyusun aturan terkini mengenai persyaratan beroperasinya PLTN di Jepang. Sementara itu, upaya Jepang untuk mengekspor PLTN ke luar negeri terus dilakukan. Sebagaimana diberitakan Media Indonesia, 12 Februari, Jepang membidik Saudi Arabia sebagai tujuan ekspor PLTN nya. Sebelumnya Jepang telah mengikat deal dengan Vietnam.
Di Jerman, keputusan untuk menutup PLTN semakin mendapat dukungan pasca Fukushima. Listrik dari nuklir dibebani pajak yang tidak dikenakan kepada moda pembangkitan listrik lain. Pajak yang ditimpakan karena “menimbulkan rasa ketakutan” itu tentu saja berbau diskriminatif, dan dijadikan cara mudah untuk menambah devisa. Baru-baru ini pajak kontroversial tersebut dinyatakan oleh pengadilan pajak Hamburg sebagai “inkonstitusional” dan diajukan ke Mahkamah Konstitusi.
Hikmah dari semua itu adalah semakin hebatnya pengembangan energi terbarukan (ET). Tentu saja ini hal ini baik bagi diversifikasi energi dan lingkungan hidup. Tapi menafikan energi nuklir menjadi beban yg cukup mahal. Kini mereka harus mengimpor listrik lebih banyak dari negara tetangga seperti Perancis, yang nota bene menghasilkan hampir 80% listriknya dari nuklir.

Permasalahan lain dengan ET yang digunakan di sana adalah bahwa sumbernya berada di utara, sedangkan sebagian besar industri berada di selatan, sehingga muncul biaya transmisi tambahan. Belum lagi sifat ET yang tidak stabil tergantung keadaan cuaca, intermiten, dan umumnya berkapasitas rendah. Skema feed-in tariff yang diterapkan di sana ujung-ujungnya membebankan konsumen juga.
Bagaimana negara-negara lain? Inggris dan Amerika Serikat nyaris tidak terpengaruh oleh kecelakaan nuklir Fukushima. China dan Korea sempat terpengaruh sesaat, namun setelah kaji-ulang terhadap keselamatan, mereka semakin memantapkan program PLTN. UEA, Turki, Bangladesh dan Vietnam jalan terus dengan pembangunan proyek PLTN mereka. Sementara tahap persiapan di negara jiran seperti Malaysia, Filipina, Thailand, terus berjalan.

Memang kebutuhan energi yang sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi di tengah-tengah terkurasnya sumber daya bahan bakar fosil, merupakan suatu yang tidak bisa dihindari. Menurut Laporan Dewan Energi Dunia (WEC) semakin mahalnya harga energi akhir-akhir ini ditambah resesi global, ketidakmenentuan politik dan perubahan iklim, telah mengurangi kekhawatiran para pemimpin energi dunia terhadap PLTN. Laporan itu juga menyebutkan bahwa pengembangan ET dan peningkatan efisiensi energi merupakan teknologi yang perlu diupayakan. Laporan itu dibuat berdasarkan survey terhadap para menteri, CEO, dan pakar energi dari 90 negara.
Sedangkan di Indonesia, masalah PLTN dan bahkan bauran energi secara umum, akhir-akhir ini tampaknya tertutup oleh isu politik yang lebih menarik. Namun begitu, upaya diversifikasi energi harus terus dilakukan di tengah-tengah mulai mahalnya harga BBM dan semakin terasanya dampak perubahan iklim akibat penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan. Energi terbarukan merupakan salah satu opsi penting, walaupun disadari sumber energi ini di Indonesia tidak akan mencukupi karena kondisi geografis yang kurang ideal untuk jenis tenaga angin dan surya. Sementara potensi sumber geothermal yang ada jauh di bawah kebutuhan masa depan bangsa ini yang diharapkan menjadi 10 besar dunia pada tahun 2030. Oleh karena itu, bagaimanapun, tenaga nuklir harus diupayakan. Jangan didiskriminasi.

Salah satu hikmah peristiwa Fukushima adalah pengetahuan umum masyarakat tentang pemanfaatan nuklir semakin baik. Indikasinya adalah hasil survey BATAN yang menunjukkan bahwa proporsi masyarakat yang menjawab “tidak tahu” tentang nuklir semakin berkurang. Masyarakat semakin sadar perlunya mengutamakan keselamatan dan tidak boleh merasa cepat puas dengan tingkat keselamatan nuklir yang selama ini diketahui sudah sangat baik dengan budaya keselamatannya.

Credit: www.batan.go.id

Komputer Heart Radiologi


Dalam kehidupan kita sekarang ini peran computer sangatlah penting. Hampir dalam semua sisi kehidupan kita tidak terlepas dari computer. Dalam dunia pendidikan, kesehatan, keamanan, perdagangan dan bidang-bidang lainnya semuanya mengandalkan kemampuan computer. Dengan computer akan memperlancar pekerjaan-pekarjaan kita, memperpendek waktu pencapaian pekerjaan, akan muncul inovasi-inovasi baru, juga dengan bantuan computer akan menekan biaya produksi. Dalam dunia kesehatan disamping memperlancar pekerjaan, yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan keakurasian dalam menegakkan diagnose.

Radiologi sebagai salah satu elemen penegak diagnose, didalam menjalankan fungsinya tidak terlepas dari peran computer. Banyak peralatan radiologi dibuat dengan basic computer seperti Pesawat Rontgen dengan pengaturan parameter expose digital, USG, CT-Scan dan MRI. Dengan teknologi computer ini peralatan radiologi perkembang dengan cepat. Bahkan karena cepatnya perkembangan peralatan radiologi yang berbasic computer, kita yang ada di negeri ini sulit untuk mengikuti perkembangan itu, peralatan radiologi yang sampai ke kita dianggap oleh orang-orang barat sebagai teknologi yang sudah ketinggalan zaman.
Salah satu kelebihan computer di bidang radiologi adalah kemampuan mengolah gambar/citra digital. Sehingga gambar yang akan kita cetak dalam film bisa disesuaikan dengan keinginan kita tanpa adanya pengambilan gambar ulang. Dengan pengaturan pengaturan skala keabuan, kecerahan dan lain-lain. Gambar yang tadinya kurang informative menjadi informative untuk menegakkan diagnose. Gambar yang tadinya over expose atau under expose sehingga kurang informative bisa diolah menjadi gambar yang informative. Mengapa gambar/citra digital bisa kita ubah-ubah sesuai dengan keinginan kita. Untuk bisa memahami hal ini kita harus mengetahui dasar-dasar dari citra digital. Adapun dasar-dasar citra digital adalah:

A. Pengertian Citra
     Citra (image) adalah gambar pada bidang dwimatra (dua dimensi). Pada dasarnya citra yang dilihat terdiri atas berkas-berkas cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda disekitarnya, jadi secara alamiah fungsi intensitas cahaya merupakan fungsi sumber cahaya yang menerangi obyek, serta jumlah cahaya yang dipantulkan oleh obyek. Sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut. Pantulan cahaya iniditangkap oleh oleh alat-alat optik, misalnya mata pada manusia, kamera,pemindai (scanner), dan sebagainya, sehingga bayangan objek yang disebut citratersebut terekam.


Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat :
1. Optik berupa foto,
2. Analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televisi,
3. Digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita magnetic


Citra digital dapat didefinisikan sebagai fungsi dua variabel, f(x,y), dimana xdan y adalah koordinat spasial dan nilai f(x,y) adalah intensitas citra pada koordinat tersebut


Pixel







          Beberapa penulis menjelaskan piksel sebagai sel gambar . Contoh di atas menunjukkan sebuah gambar dengan porsi yang sangat diperbesar, di mana individu piksel diterjemahkan sebagai kotak kecil. pixel adalah unit terkecil dari gambar yang dapat dikendalikan. Setiap piksel memiliki alamat sendiri. Alamat dari sebuah pixel yang sesuai dengan koordinat. Pixel biasanya disusun dalam pola dua dimensi, dan sering direpresentasikan menggunakan titik atau kotak. Intensitas dari masing-masing pixel adalah variabel. Dalam sistem gambar berwarna, warna biasanya diwakili oleh tiga atau empat intensitas komponen seperti merah, hijau dan biru atau cyan, magenta, kuning dan hitam.



Dasar warna

         RGB adalah suatu model warna yang terdiri dari merah, hijau, dan biru, digabungkan dalam membentuk suatu susunan warna yang luas. Setiap warna dasar, misalnya merah, dapat diberi rentang-nilai. Untuk monitor komputer, nilai rentangnya paling kecil = 0 dan paling besar = 255. Pilihan skala 256 ini didasarkan pada cara mengungkap 8 digit bilangan biner yang digunakan oleh mesin komputer. Dengan cara ini, akan diperoleh warna campuran sebanyak 256 x 256 x 256 = 1677726 jenis warna. Sebuah jenis warna, dapat dibayangkan sebagai sebuah vektor di ruang 3 dimensi yang biasanya dipakai dalam matematika, koordinatnya dinyatakan dalam bentuk tiga bilangan, yaitu komponen-x, komponen-y dan komponen-z. Misalkan sebuah vektor dituliskan sebagai r = (x,y,z). Untuk warna, komponen-komponen tersebut digantikan oleh komponen R(ed), G(reen), B(lue). Jadi, sebuah jenis warna dapat dituliskan sebagai berikut: warna = RGB(30, 75, 255). Putih = RGB (255,255,255), sedangkan untuk hitam= RGB(0,0,0).



Citra Gray

Graysacale adalah warna-warna piksel yang berada dalam rentang gradasi warna hitam dan putih